Pernahkah Anda membuka ponsel hanya untuk sebentar—mungkin hanya untuk mengecek notifikasi—tetapi kemudian menemukan diri Anda masih ada di sana lima jam kemudian, mata Anda sakit, jantung Anda berdebar, dan pikiran Anda penuh dengan berita menakutkan?
Jika ya, Anda telah mengalami apa yang disebut "doomscrolling"—sebuah fenomena yang telah menjadi epidemi psikologis modern yang jarang diakui.
Apa Itu Doomscrolling?
Doomscrolling adalah perilaku kompulsif di mana seseorang terus-menerus mengkonsumsi konten digital yang negatif, menakutkan, atau mengganggu—terutama berita tentang bencana, krisis, konflik, atau masalah dunia—tanpa dapat menghentikan diri sendiri.
Istilah ini menggabungkan kata "doom" (malapetaka) dengan "scrolling" (menggulir).
Indonesia memiliki 167 juta pengguna media sosial aktif—dan mayoritas mereka mungkin tanpa sadar terjebak dalam siklus doomscrolling.
Ciri-Ciri Doomscrolling
1. Ketidakmampuan untuk Berhenti
Meskipun keinginan untuk berhenti, Anda merasa tidak dapat menghentikan diri sendiri. Setiap headline baru membawa Anda lebih dalam.
2. Peningkatan Waktu yang Tidak Disadari
Anda bermaksud untuk memeriksa berita selama 10 menit tetapi menemukan bahwa satu jam telah berlalu.
3. Konsumsi Konten yang Semakin Negatif
Anda secara aktif mencari konten yang semakin menakutkan atau mengganggu.
4. Mood yang Memburuk Setelah Scrolling
Alih-alih merasa terinformasi atau tenang, Anda merasa lebih cemas, tertekan, marah, atau putus asa.
5. Gangguan Tidur
Doomscrolling di malam hari menyebabkan kesulitan tidur atau kualitas tidur yang buruk.
Mengapa Kita Melakukan Doomscrolling?
1. Negativity Bias
Otak manusia secara alami lebih tertarik pada informasi negatif karena ini adalah mekanisme bertahan hidup yang telah berevolusi selama jutaan tahun.
2. Ilusi Kontrol
Dengan "tetap terinformasi," kita merasa memiliki kontrol atas situasi yang sebenarnya di luar kendali kita.
3. Desain Algoritma
Platform media sosial sengaja dirancang untuk membuat kita terus menggulir. Algoritma mempelajari apa yang membuat kita terlibat—dan sayangnya, konten negatif sangat efektif.
4. Dopamine Loop
Setiap kali kita menemukan informasi baru, otak melepaskan dopamine. Ini menciptakan siklus kecanduan.
Dampak Doomscrolling
- Kecemasan dan Depresi: Paparan terus-menerus terhadap berita negatif meningkatkan tingkat kortisol dan kecemasan.
- Gangguan Tidur: Cahaya biru dari layar dan konten yang meresahkan mengganggu pola tidur.
- Penurunan Produktivitas: Jam-jam yang hilang untuk scrolling mempengaruhi pekerjaan dan tanggung jawab lainnya.
- Pandangan Dunia yang Terdistorsi: Dunia tampak lebih berbahaya dan tidak aman dari kenyataannya.
Cara Membebaskan Diri dari Doomscrolling
1. Tetapkan Batas Waktu
Gunakan fitur "Screen Time" atau aplikasi pembatas untuk membatasi waktu di media sosial.
2. Jadwalkan "News Diet"
Tentukan waktu tertentu untuk membaca berita (misalnya, 15 menit pagi dan 15 menit sore) dan patuhi itu.
3. Kurasi Feed Anda
Unfollow akun yang menyebarkan ketakutan. Follow akun yang menyebarkan solusi dan berita positif.
4. Ganti dengan Aktivitas Fisik
Ketika merasakan dorongan untuk scroll, lakukan aktivitas fisik seperti berjalan atau stretching.
5. Praktikkan Mindfulness
Sadari kapan Anda mulai doomscrolling. Kesadaran adalah langkah pertama untuk perubahan.
"Kamu tidak perlu mengetahui setiap tragedi di dunia untuk menjadi orang baik. Lindungi kedamaian pikiranmu."